Senin, 11 Mei 2009

HALUSINASI AUDITORI (PENDENGARAN), SALAH SATU GEJALA SKIZOFRENIA

Yola Septiani Syarif | 13306002 | Tugas Akustik TF3204

Bidang kelilmuan : Akustik di bidang sains kehidupan, khususnya pendengaran di dunia psikologi dan kedokteran.

Ada yang pernah nonton “A Beatiful Mind?”,sebuah film yang menceritakan perjuangan seorang ahli matematika bernama John Forbes Nash yang meraih penghargaan Bank Swedia dalam ilmu ekonomi dan pengalamannya menderita skizofrenia, penyakit gangguan jiwa dimana penderitanya mengalami penurunan intelegensia sebelum waktunya. Selama perang dingin berlangsung, Nash yang menderita skizofrenia membuat dirinya mengalami halusinasi dan ketakutan-ketakutan sehingga ia harus berjuang untuk sembuh dan mendapatkan nobel pada tahun 1994.

Scizofrenia, penyakit jiwa yang sering ditunjukkan oleh gejala sekunder seperti halusinasi (persepsi tanpa adanya rangsangan pancaindra) dan delusi (keyakinan yang salah). Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita penyakit ini. Ciri-ciri dari penderita skizofrenia ini adalah adanya halusinasi auditori (pendengaran) atau halusinasi visual (penglihatan), tetapi paling sering dialami adalah halusinasi auditori dimana panderita mendengar suara-suara tanpa adanya sumber suara dan hanya dia yang dapat mendengarkannya. Adanya delusi, dimana penderita mempunyai keyakinan yang tidak bisa dipatahkan dan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan budayanya. Selain itu ada gangguan insight pada diri penderita dimana dia tidak merasa mengalami gangguan jiwa.
___________________________________

Suara merupakan suatu getaran yang ditransmisikan oleh medium elastic yang kemudian diterima dan dipersepsikan oleh telinga manusia. Jadi agar terjadinya sura dibutuhkan tiga komponen utama yaitu sumber suara, medium penghantar dan penerima. Jika salah satu dari komponen tersebut tidak terpenuhi maka suara seharusnya tidak dapat terjadi.

Proses Terjadinya Suara

Lalu bagaimana dengan orang yang seolah-olah dapat mendengarkan suara sementara orang-orang disekitarnya tidak mendengarkan hal yang sama atau biasa kita sebut dengan halusinasi auditori (pendengaran)? Berarti ada salah satu komponen dari tiga komponen diatas yang tidak terpenuhi. Penerima? tidak mungkin karena ada yang bisa mendengarkan di antara dua orang atau lebih tersebut. Medium penghantar? juga tidak mungkin karena dua orang atau lebih tersebut berada di ruangan yang sama, artinya jika yang satu dapat mendengar disana ada medium penghantarnya. Sumber suara? Nah, ini mungkin terjadi jika salah satu orang tersebut mengalami halusinasi auditori (pendengaran).

Halusinasi merupakan persepsi yang terjadi dalam kondisi sadar tanpa adanya rangsangan nyata terhadap indra. Untuk kasus diatas termasuk ke dalam halusinasi auditori (pendengaran), dimana penderita dapat mendengar suara-suara yang tidak ada sumbernya. Halusinasi auditori (pendengaran) merupakan jenis halusinasi yang banyak diderita. Jenis halusinasi ini dapat berbentuk akoasma (suara-suara yang kacau balau dan tidak dapat dibedakan secara tegas) atau phoneme (suara-suara yang seolah-olah berasal dari manusia karena terdengar jelas sehingga penderitanya mendengar dalam bentuk kata atau kalimat)

Karakteristik orang yang mengalami halusinasi auditori adalah :
  • Sering mendengar suara-suara antara dua orang atau lebih yang membicarakan si penderita.
  • Mendengar suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkan oleh si penderita dan memerintahkannya untuk melakukan sesuatu.
  • Melirikkan mata ke kiri dan ke kanan, seolah-olah mencari sesuatu/siapa yang sedang berbicara
  • Terlihat sedang mengobrol dengan benda mati ataupun dengan sosok tak Nampak.
  • Menggerak-gerakkan mulut seperti seseorang yang berbicara atau menjawab suara.
Selain halusinasi auditori (pendengaran), terdapat beberapa jenis halusinasi lainnya, yaitu :
  1. Halusinasi visual (penglihatan) : penderita melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
  2. Halusinasi olfaktorik (pembauan) : penderita membau sesuatu yang tidak dia sukai. Hal ini merupakan gambaran perasaan bersalah penderitanya.
  3. Halusinasi gustatorik (pengecap) : halusinasi ini jarang dijumpai, tetapi sering terjadi bersama-sama dengan halusinasi olfaktorik.
  4. Halusinasi taktil (perabaan) : halusinasi ini sering dijumpai pada pencandu narkotika dan obat terlarang.
  5. Halusinasi haptik : halusinasi ini merupakan suatu persepsi, di mana seolah-olah tubuh penderita bersentuhan secara fisik dengan manusia lain atau benda lain. Sering dijumpai pada pemakai narkoba.
  6. Halusinasi kinestetik : penderita merasa bahwa anggota tubuhnya terlepas dari tubuhnya, mengalami perubahan bentuk, dan bergerak sendiri. Hal ini sering terjadi pada penderita Schizophrenia dan pencandu narkoba.
  7. Halusinasi autoskopi : penderita seolah-olah melihat dirinya sendiri berdiri di hadapannya.

Halusinasi ini tidak terjadi begitu saja, selalu ada pemicu suatu hal bisa terjadi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari proses terjadinya halusinasi seperti yang dijelaskan berikut :

Informasi yang diterima tergantung pada anatomi dan proses neurofisiologis otak dan pengalaman terdahulu, meliputi pengorganisasian dalamproses input sensor sampai dengan perilaku yang ditimbulkan. Semua rangsangan dari dalam (biokimia dan emosi) dan luar (penglihatan, pendengaran, peraba, pengecapan dan penghidu atau di interpretasikan) akan menghasilkan respon prilaku berupa proses kognitif, persepsi, respon emosi, respon social dan gerakan motorik.

Pada penderita skizofrenia, dimungkinkan bahwa adanya beberapa dopamin berlebihan lewat darah mezolimbik, dimana pada prefrontal (area di depan pusat motorik) mesokortikal terdapat aliran yang hipoaktif terdapat gangguan keseimbangan antara dopamine serotonin dan system neurotransmitter. Dopamine yang berlebihan tersebut dapat ditemukan di tiga bagian otak, yaitu : pada tengah substansi nigramotor yang mempengaruhi pergerakan koordinasi, pada bagian tengah otak (termasuk emosi dan daya ingat), dan pada hipotalamik sambungan pituitary tergantung pada respon emosional.

Banyak penyebab terjadinya halusinasi, diantaranya adalah :
  1. Demam yang sangat tinggi sehingga keseimbangan tubuh terganggu (halusinasi visual)
  2. Mengalami gangguan jiwa skizofrenia (halusinasi auditori)
  3. Mengkonsumsi narkoba seperti ganja, morphin dan kokain(halusiansi visual)
  4. Mengkonsumsi alcohol berlebihan, di atas 35% (halusinasi visual)
  5. Mengalami trauma yang sulit dihilangkan
Jadi, halusinasi ini harus dirasakan oleh pancaindra dalam keadaan sadar. Kalau kita mengalami mimpi sampai melakukan tindakan-tindakan yang tak disadari seperti jalan-jalan di dalam kamar atau memotong kabel listrik (haha, pengalaman pribadi ^_^) bukanlah bagian dari halusinasi.

Tambahan : BrainWave dan hubungannya dengan halusinasi

otak merupakan pusat dari segala kegiatan kita. setiap rangsangan yang di terima akan dikirim ke otak dalam waktu yang relatif singkat dan kemudian diubah ke dalam bentuk tindakan yang di kerjakan. jadi otak dapat sangat mempengaruhi tindak-tanduk seseorang. otak manusia menghasilkan gelombang elektromagnetik yang tidak sama, bisa terpancar keluar dan menimbulkan resonansi terhadap orang lain. gelombang yang dihasilkan otak inilah yang kita sebut dengan brainwave. namun brainwave ini tidak hanya merepresentasikan kondisi pikiran dan tubuh, tetapi juga dapat menstimulus untuk mengubah kondisi mental seseorang.

otak kita bekerja dengan gelombang frekuensi yang berbeda-beda, yaitu :
1. gelombang delta
- frekuensinya 0.1 - 3.9 Hz
- dalam kondisi tidur tanpa mimpi atau koma sekalipun
2. gelombang theta
- frekuensinya 4 - 7.9 Hz
- dalam kondisi tidur dengan mimpi yang ditandai dengan gerakan bola mata yang berputar cepat
- dialami oleh penemu dan musisi
3. gelombang alpha
- frekuensinya 8 - 13.9 Hz
- dalam kondisi normal bekerja tanpa beban
- merasakan nyaman, tenang dan bahagia
4. gelombang beta
- frekuensinya 14 - 100 Hz
- dalam kondisi bekerja dengan banyak pikiran
- merasakan cemas, khawatir, stress dan marah

perbedaan frekuensi yang dihasilkan inilah yang mempengaruhi tindak-tanduk seseorang.

sebagai contoh : variasi (frekuensi) yang dihasilkan dengungan suara dari headphone stereo dapat memberikan efek yang beraneka ragam pada pendengarnya, seperti menjadi rileks, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, menghilangkan rasa sakit serta merasakan sensasi yang berada di luar tubuh. kokain misalnya bisa membuat seseorang merasakan halusinasi mengkonsumsi narkoba yang dirasakan setelah 15-60 menit mendengarkan dengungan suara dari headphone stereo tersebut. sama berlakunya untuk halusinasi auditori, pada frekuensi tertentu bisa jadi seseorang berhalusinasi bahwa gelombang pikirannya juga dirasakan orang lain dan dia seolah-olah diperintahkan melakukan sesuatu (yang biasanya berbahaya). suatu hal yang sebenarnya dikendalikan dari gelombang otak orang tersebut.

untuk itu, dengan mengetahui gelombang otak manusia untuk tiap kondisinya, tentu dapat menstimulus otak untuk melakukan tindakan yang sewajarnya. hal ini bisa jadi dapat membantu orang-orang yang mengalami halusinasi auditori untuk dapat terlepas dari kungkungan pikiran-pikirannya sendiri.

Referensi
http://www.wikipedia.com/
http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
http://irwanashari.blogspot.com/2009/04/skizofrenia-paranoid.html
http://www.juraganmedis.com/

note: postingan yang serupa juga terdapat di fesbuk saya..^_^

Rabu, 11 Maret 2009

menurut kita, menurut DIA

g selamanya yang kita pikir baik itu adalah yang terbaik buat kita..

kadang kita malah mendapatkan hal yang tidak kita inginkan..

tapi ternyata menurut DIA itulah yang terbaik buat kita saat ini..


terinspirasi dari 2hal yang datang bersamaan pada gw, dimana yang gw harapin bener2 tidak dapet, sementara yang gw nomorduakan dapat dengan lebih gampang..
dan gw mencoba untuk ikhlas menerima apa yang ada, karena DIA MAHA MENGETAHUI..

Selasa, 24 Februari 2009

KO

KO ya KO.. Kontrol Otomatik..

mata kuliah yang mesti gw ambil di jurusan Teknik Fisika (pake Teknik!! suka sebel sama orang yang menyama-nyamakan Teknik Fisika dengan Fisika)

mata kuliah dengan 3sks..

mata kuliah yang isinya
transfer function, diagram blog, mekanikal, elektrika,, apa lagi y?? (3minggu kuliah udah nyampe sini aja..)

mata kuliah yang maksa gw baca text book Ogata,
Modern Control Engineering..

mata kuliah yang mampu bangunin gw tengah malam kalo inget besoknya bakalan quiz..

dan mata kuliah ini juga yang membuat gw sekarang lebih rajin belajar,,


Terima Kasih KO..
Aku cinta KO..



NB : terinspirasi begitu saja setelah 2X rabu quis dadakan, dan bakalan quis tiap minggu:)

Minggu, 08 Februari 2009

memacu adrenalin..

ntuk kesekian kalinya gw ke dufan..

ada yang beda kali ini,,
beda waktu,,
beda temennya,,
dan yang paling greget adalah beda wahananya..

DULU,, gw cuman berani naek wahana yang ecek-ecek aja.. seperti misalnya [ah, kata-kata ini mengingatkan gw pada seorang guru^^] bianglala, ontang-anting, perang bintang,, yah paling ekstrem kora-kora lah ya,, dan biasanya gw selalu betah ngantri dan ngantri lagi di wahana bumper car.. sebodo amat dengan wahana yang lain, yang penting ini dia.. nah itu pendapat gw dulu.


tapi KALI INI sangat beda sekali,, temen-temen SMA gw ini ternyata banyak yang seneng ditantang, g mw kalah, dan selalu pingin nyoba hal baru.. tanpa wahana pemanasan dulu, ex bianglala.. kita langsung menuju wahana kora-kora yang tidak ada antrian itu [jumat nan sepi].. cuman bung eda yang tidak ikutan naek dengan alasan takut, takut jatuh. tapi da bagusnya yaitu tetep ada yang bisa motoin kita-kita yang narsis ini. wahana yang termasuk ekstrem ini membuat gw ketawa-ketawa melihat ekspresi temen-temen gw, spt :
  • cawen yang ditengah perjalanan wahan malah nutupin muka pake lengan tangan, persis aak SD kalo lagi ngerengek minta sesuatu sama mamanya.. haha piss!!
  • iqbal yang teriak-teriak "alah mah da, alah mah da"
  • nessa yang memnaggil-manggil mamanya..
  • gw?? perasaan gw teriak-teriak gak jelas gitu, tapi edo yang ngeliat dari bawah ngeliat gw seperti lagi komat-kamit.. hmm mungkin teriakan gw adalah mantra-mantra pemusnah [hahaha]
sungguh bener-bener kocak,,

abis itu niatnya mo ke arung jeram dulu, biar ntar pas balik baju kita-kita udah pada kering, eh ternyata terlalu banyak yang lebih menarik dari itu.. salah satunya wahana kicir-kicir. awalnya gw gmw ikutan naek, tapi begitu temen gw yang kloter pertama keluar, yang lain jga jadi pada pingin naek, jadilah gw coba.. coba naek, buka kacamata [hadouhh,, g jelas mas!!], buka sendal, pasang sabuk,, begitu wahananya jalan,, gilaa,, MANTAB pisan daripada kora-kora.. seperti idak ada penahan, kita terombang-ambing di udara.. puas, puas banget gw!!

tapi, abis itu gw jadi berpikir ulang untuk nyobain tornado,, gila ya, gw g punya cadangan nyawa kalo terjadi apa-apa.. tapi begitu temen gw manas-manasin, akhirnya banyak yang mo ikutan naek, termasuk gw.. dan ternyata yang mo naek itu cuman rombongan gw,, di jeda waktu nungguin ada yang mo naek lagi, gw masih sempat berpikir mo turun lagi, tapi merasa rugikalo g coba. yasudahlah yah, sabuk juga udah dipasang,, dan bener saja sodara-sodara,, gw ketagihan naek tornado. sebenernya cuman saat kita berada di atas dan kepala menghadap kebawah doank yang bisa dibilang ekstrem, selain itu mah biasa-biasa aja.. tapi bener-n\bener yang namanya memacu adrenalin..

hai itu gw bener-bener mengatasin ketakutan-ketakutan gw dengan kicir-kicir dan tornado..
berdasarkan poling ke beberapa temen gw,, wahan yang paling ekstrem adalah KICIR-KICIR..

Senin, 02 Februari 2009

bek bek bek..

bukan bebek!!

lama g nulis di blog,, ternyata bikin kangen juga.
g maksud ngebengkalain [??] blog ini,, tapi sebulan belakangan waktu yang gw punya buat ngenet bener-bener dikit sekali,, karena dan karena sibuk,, sibuk dengan dunia gw sendiri [eits, gw g autis!!],, haha.. kali ini liburan gw bener-bener-bener direalisasikan buat jalan-jalan.. mulei batam - singapore - djogja gw jelajahin.. dan begitu balik ke bandung gw langsung jatuh miskin [ok lebay!]..

banyak sebenernya cerita lucu yang bisa diangkat, tapi gw bingung mulei darimana,, lagian juga udah g update lagi kayaknya..

jadinya gw sekarang cuman mo berbagi kabar bahagia ajah..
temen satu jurusan gw [MEY namanya] ada yang mo merit [kapan nyusul yo??].. ntar tanggal 1maret akadnya.. perdana di angkatan 2006, di jurusan juga, 2005 aja kalah [haha,, becanda ding!!] ini mah tergantung pribadi masing-masing, bukan angkatan tetapi kedewasaan.. selamat deh buat mey, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.. amin..

Rabu, 07 Januari 2009

semangat metpeng!!

alhamdulillah..

gw baru aja selesai UAS metpeng,, bersyukur sekali soal yang keluar mirip sekali dengan soal UTS 1 + UTS 2.. bapaknya baek sekali..

g da yang sia-sia memang.. gw yakin suatu saat ilmu ini banyak manfaatnya..

masih bisa A g ya?? *harapharapcemas*

doain gw dapet yang terbaek ya..

wish me luck^^

Senin, 05 Januari 2009

pilihan mana yang benar??

tadinya gw udah mantap buat ikutan UAS laser,, dikarenakan gw cuman dapet BC..
belajar dari jumat kemaren.. meninggalkan metpeng sejenak..
bahas soal UTS 1 + UTS 2 + quis-quis +PR
g lupa juga bahas bundel soal..
belajar sama asisten..

semua terlihat begitu sempurna [kelihatannya!!]
samapi pada waktunya..

di ruang ujian.. gw dan beberapa teman masih membahas 'bolehkah kita liat soalnya dulu? jika ternyata terlalu susah, kita berpikiran untuk mundur'

begitu dosennya dateng, ada teman yg memberanikan diri buat menanyakan kemungkinana kita ikutan ujian ato g. dan ternyata kita dikasih waktu 5menit buat lihat soalnya dulu..

2 orang keluar [naren+ronny],, ipim memutuskan tetap lanjut,, rika masih mikir,, sementara gw?? bingung.. soal teorinya bener-bener ngebuat gw ciut,, g mantap ternyata gw di hapalannya.. dan pada akhirnya memutuskan untuk mundur..

kesel..
kecewa..
perasaan itu pasti ada,, tapi gw mencoba menerima keputusan ini sebagai langkah yang tepat..
mengingat taun lalu hanya 1org yang nilainya jadi naik, sementara ada yg nilainya malah turun..

semoga ini memang yang terbaik!!