Senin, 01 Februari 2010

My Test Personality (Again ..^_^..)


0
50
100
%
Openness
75%
Conscientiousness
75%
Extraversion
38%
Agreeableness
56%
Neuroticism
38%

Openness

This trait refers to the extent to which you prefer novelty versus convention. Approximately 58% of respondents have a lower openness raw percentage than yours. From the way you answered the questions, you seem to describe yourself as someone who is aware of their feelings but doesn't get carried away with their imagination either. You might say that you embrace change when it is necessary while still resisting it when you think it is not, and that beauty is important to you, but it's not everything.

Reflective question: When do you think that tradition is important, and when is it time for change?

Conscientiousness

This trait refers to the extent to which you prefer an organised, or a flexible, approach in life. Approximately 79% of respondents have a lower conscientiousness raw percentage than yours. From the way you answered the questions, you seem to describe yourself as someone who avoids foreseeable trouble through purposefully planning, and achieves success through persistence. From your responses it appears that you are reliable and prepared for life's challenges.

Reflective question: How do you feel when you are working with someone who is disorganised?

Extraversion

This trait refers to the extent to which you enjoy company, and seek excitement and stimulation. Approximately 11% of respondents have a lower extraversion raw percentage than yours. From the way you answered the questions, you seem to describe yourself as someone who is quiet and somewhat withdrawn. Your answers describe you as someone who doesn't need lots of other people around to have fun, and can sometimes find that people are tiring.

Reflective question: How do you like to spend your spare time?

Agreeableness

This trait refers to the way you express your opinions and manage relationships. Approximately 28% of respondents have a lower agreeableness raw percentage than yours. From the way you answered the questions, you seem to describe yourself as someone who people can find difficult to get along with when you first meet, as you can be suspicious of their motives. Your responses suggest that over time though people warm to you, and you to them, although that doesn't stop you telling them "how it is".

Reflective question: When others are experiencing problems, what do you do?

Neuroticism (Emotional stability)

This trait refers to the way you cope with, and respond to, life's demands. Approximately 38% of respondents have a lower neuroticism raw percentage than yours. From the way you answered the questions, you seem to describe yourself as someone who is calm and emotionally stable. Based on your responses, you come across as someone who is rarely bothered by things, and when they do get you down the feeling does not persist for very long.

Kamis, 28 Januari 2010

KAMUS BAHASA MINANG : Bahasa Paling Keren :p

Rumah Gadang

Didedikasikan untuk temans La yang mau belajar bahasa minang untuk berbagai keperluan dan kepentingan, baik itu untuk menambah panjang CV dengan keahlian bisa berbahasa minang, untuk mencari pasangan orang minang special to diancuk: walopun teman gw g bisa berpindah ke laen hati masi ada adeknya kok. Dan juga narendra : buat mengejar gadis dari negeri seberang, opooo ataupun bagi temans yang berniat tinggal di wilayah Sumatra Barat tapi belom ngerti2 juga sama bahasa yang kita pake :p
*ok.cukup untuk pembukaan*

Mari kita mulai..

Hal paling dasar yang harus temans tau adalah kata sapaan..
aku = rang, aden (agak kasar)
kamu = awak, waang (agak kasar)
dia = inyo
adek = adiak
kakak = abang, uda, uni

Untuk belajar berhitung.. bahasa minang akan terdengar lebih enak..
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 = (dibaca) ciek, duo, tigo, ampek, limo, anam, tujuah, lapan, sambilan, sapuluah
11, 12, 13, 14, 15 = sabaleh, duo baleh, tigo baleh, ampek baleh, limo baleh
20, 30, .. = duo puluah, tigo puluah, ..
belas = baleh (silakan dilanjutkan sendiri untuk 16-19)
puluh = puluah (bisa mulai 20, 30, dst)
*perlu ditekankan 1 hal. Jika bukan sebagai bilangan, ‘ampek’ mempunyai konotasi negatif. Jadi berhati-hatilah dalam penggunaan kata yg 1 ini :p*

Sekarang saatnya mengetahui bahasa2 tambahan sebagai pelengkap kalimat..
apa = a
ini = ko, iko
dengan = jo
udah = alah
ada = ado
tidak = indak
iya = iyo
ke = ka

do, digunakan sebagai pelengkap kalimat..
Contoh : indak do = tidak

Untuk memperbanyak kosakata temans dalam bahasa minang, mari La jabarkan pemakaian bahasa minang untuk anggota tubuh..
mata = mato
hidung = iduang
mulut = muluik
bibir = bibia
telinga = talingo (bukan kupiang. Ok?!)
perut = paruik
rambut = rambuik
jempol = ampu
kepala = kapalo
betis = batih

Untuk pekerjaan sehari-hari, dalam bahasa minang juga akan La terjemahin dah..
pergi = pai
tidur = lalok
bangun = jago
dengar = danga
belanja = balanjo
belajar = baraja
baca = baco
tulis = tulih
cubit = piciak
pukul = tokok

Sifat yang sering temans tunjukin sehari-hari dalam versi bahasa minang akan jauh lebih seru, cekidot..
suka = suko
marah = berang
manis = manih
bagus = rancak
jelek = buruak
besar = gadang
kecil = ketek
haus = hauih
lapar = lapa
bodoh = bela
*untuk temans La para lelaki, 1 bocoran untuk kalian, bagi La kata GANTENG = GAdaNg TENGak, yang artinya bodoh, hahaha.. jadi masi mau dipanggil ganteng??
Next session diajarin dua kata yg punya makna berbeda jika dijadiin satu*

Kesimpulan
- jadi kebanyakan bahasa minang jika huruf vocal terakhir a diganti dengan o
- jika huruf sub-kata terakhir ut maka diganti menjadi uik
- jika huruf sub-kata terakhir is maka diganti menjadi ih

Sekian dululah, selamat belajar temans :))
Hal ini La lakukan semata-mata agar temans belajar pada orang yang benar, ahiii..

*to be continued :p

Minggu, 15 November 2009

SUDOKU : Permainan Tebak Angka

Bagaimana bisa angka yang terdiri dari 1-9 itu dapat berkembang menjadi ribuan kemungkinan penyelesaian??

SUDOKU merupakan permainan yang berasal dari Inggris, namun lebih banyak dikembangkan di Jepang. Dalam bahasa Jepang su artinya angka dan doku artinya bujang/lajang. Permainan yang mampu menawan hati orang-orang dewasa sampai anak-anak di seluruh penjuru dunia untuk memainkannya ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan otak melalui permainan numerik.

Aturan permainan SUDOKU cukup gampang. Ada dua, yaitu :
  1. Meletakkan angka-angka dalam kotak berukuran 9x9 kotak, dimana angka-angka tersebut tidak boleh kembar di satu sisi baris ataupun satu sisi kolom.

  2. Dan di dalam kotak 9x9 itu terdapat 9 kotak 3x3 kotak (persegi) yang berlaku aturan tidak boleh ada angka kembar di tiap-tiap persegi 3x3.
gampang bukan?? Masing-masing kotak mempunyai pemecahan yang unik dan logis. Yang diperlukan dalam bermain SUDOKU adalah teknik memasukkan angka dan Kejelian melihat peluang angka.

Teknik menebak tidak diperlukan dan tidak diperkenankan karena hanya akan membuat SUDOKU yang kita kerjakan semakin tak terpecahkan. Logika sederhana adalah kunci utama dalam menyelesaikan SUDOKU. Hanya beberapa SUDOKU yang membutuhkan analisis mendalam.

Tertarik ntuk bermain?? gamesnya bisa didonlot diSUDOKU
atau kalau gmw repot-repot bisa beli buku SUDOKU.


salah satu SUDOKU. Ayo kita mainkan temans:))

PS : 1tahun mengenal SUDOKU cukup bagi La menjadi maniak SUDOKU. Angka-angka!! CINTA SUDOKU!! Terima Kasih sudah mengenalkan La pada SUDOKU. Pada akhirnya La mempunyai sesuatu yang bisa dilakukan dikala senggang..^_^..

Senin, 11 Mei 2009

HALUSINASI AUDITORI (PENDENGARAN), SALAH SATU GEJALA SKIZOFRENIA

Yola Septiani Syarif | 13306002 | Tugas Akustik TF3204

Bidang kelilmuan : Akustik di bidang sains kehidupan, khususnya pendengaran di dunia psikologi dan kedokteran.

Ada yang pernah nonton “A Beatiful Mind?”,sebuah film yang menceritakan perjuangan seorang ahli matematika bernama John Forbes Nash yang meraih penghargaan Bank Swedia dalam ilmu ekonomi dan pengalamannya menderita skizofrenia, penyakit gangguan jiwa dimana penderitanya mengalami penurunan intelegensia sebelum waktunya. Selama perang dingin berlangsung, Nash yang menderita skizofrenia membuat dirinya mengalami halusinasi dan ketakutan-ketakutan sehingga ia harus berjuang untuk sembuh dan mendapatkan nobel pada tahun 1994.

Scizofrenia, penyakit jiwa yang sering ditunjukkan oleh gejala sekunder seperti halusinasi (persepsi tanpa adanya rangsangan pancaindra) dan delusi (keyakinan yang salah). Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita penyakit ini. Ciri-ciri dari penderita skizofrenia ini adalah adanya halusinasi auditori (pendengaran) atau halusinasi visual (penglihatan), tetapi paling sering dialami adalah halusinasi auditori dimana panderita mendengar suara-suara tanpa adanya sumber suara dan hanya dia yang dapat mendengarkannya. Adanya delusi, dimana penderita mempunyai keyakinan yang tidak bisa dipatahkan dan tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan budayanya. Selain itu ada gangguan insight pada diri penderita dimana dia tidak merasa mengalami gangguan jiwa.
___________________________________

Suara merupakan suatu getaran yang ditransmisikan oleh medium elastic yang kemudian diterima dan dipersepsikan oleh telinga manusia. Jadi agar terjadinya sura dibutuhkan tiga komponen utama yaitu sumber suara, medium penghantar dan penerima. Jika salah satu dari komponen tersebut tidak terpenuhi maka suara seharusnya tidak dapat terjadi.

Proses Terjadinya Suara

Lalu bagaimana dengan orang yang seolah-olah dapat mendengarkan suara sementara orang-orang disekitarnya tidak mendengarkan hal yang sama atau biasa kita sebut dengan halusinasi auditori (pendengaran)? Berarti ada salah satu komponen dari tiga komponen diatas yang tidak terpenuhi. Penerima? tidak mungkin karena ada yang bisa mendengarkan di antara dua orang atau lebih tersebut. Medium penghantar? juga tidak mungkin karena dua orang atau lebih tersebut berada di ruangan yang sama, artinya jika yang satu dapat mendengar disana ada medium penghantarnya. Sumber suara? Nah, ini mungkin terjadi jika salah satu orang tersebut mengalami halusinasi auditori (pendengaran).

Halusinasi merupakan persepsi yang terjadi dalam kondisi sadar tanpa adanya rangsangan nyata terhadap indra. Untuk kasus diatas termasuk ke dalam halusinasi auditori (pendengaran), dimana penderita dapat mendengar suara-suara yang tidak ada sumbernya. Halusinasi auditori (pendengaran) merupakan jenis halusinasi yang banyak diderita. Jenis halusinasi ini dapat berbentuk akoasma (suara-suara yang kacau balau dan tidak dapat dibedakan secara tegas) atau phoneme (suara-suara yang seolah-olah berasal dari manusia karena terdengar jelas sehingga penderitanya mendengar dalam bentuk kata atau kalimat)

Karakteristik orang yang mengalami halusinasi auditori adalah :
  • Sering mendengar suara-suara antara dua orang atau lebih yang membicarakan si penderita.
  • Mendengar suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkan oleh si penderita dan memerintahkannya untuk melakukan sesuatu.
  • Melirikkan mata ke kiri dan ke kanan, seolah-olah mencari sesuatu/siapa yang sedang berbicara
  • Terlihat sedang mengobrol dengan benda mati ataupun dengan sosok tak Nampak.
  • Menggerak-gerakkan mulut seperti seseorang yang berbicara atau menjawab suara.
Selain halusinasi auditori (pendengaran), terdapat beberapa jenis halusinasi lainnya, yaitu :
  1. Halusinasi visual (penglihatan) : penderita melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
  2. Halusinasi olfaktorik (pembauan) : penderita membau sesuatu yang tidak dia sukai. Hal ini merupakan gambaran perasaan bersalah penderitanya.
  3. Halusinasi gustatorik (pengecap) : halusinasi ini jarang dijumpai, tetapi sering terjadi bersama-sama dengan halusinasi olfaktorik.
  4. Halusinasi taktil (perabaan) : halusinasi ini sering dijumpai pada pencandu narkotika dan obat terlarang.
  5. Halusinasi haptik : halusinasi ini merupakan suatu persepsi, di mana seolah-olah tubuh penderita bersentuhan secara fisik dengan manusia lain atau benda lain. Sering dijumpai pada pemakai narkoba.
  6. Halusinasi kinestetik : penderita merasa bahwa anggota tubuhnya terlepas dari tubuhnya, mengalami perubahan bentuk, dan bergerak sendiri. Hal ini sering terjadi pada penderita Schizophrenia dan pencandu narkoba.
  7. Halusinasi autoskopi : penderita seolah-olah melihat dirinya sendiri berdiri di hadapannya.

Halusinasi ini tidak terjadi begitu saja, selalu ada pemicu suatu hal bisa terjadi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari proses terjadinya halusinasi seperti yang dijelaskan berikut :

Informasi yang diterima tergantung pada anatomi dan proses neurofisiologis otak dan pengalaman terdahulu, meliputi pengorganisasian dalamproses input sensor sampai dengan perilaku yang ditimbulkan. Semua rangsangan dari dalam (biokimia dan emosi) dan luar (penglihatan, pendengaran, peraba, pengecapan dan penghidu atau di interpretasikan) akan menghasilkan respon prilaku berupa proses kognitif, persepsi, respon emosi, respon social dan gerakan motorik.

Pada penderita skizofrenia, dimungkinkan bahwa adanya beberapa dopamin berlebihan lewat darah mezolimbik, dimana pada prefrontal (area di depan pusat motorik) mesokortikal terdapat aliran yang hipoaktif terdapat gangguan keseimbangan antara dopamine serotonin dan system neurotransmitter. Dopamine yang berlebihan tersebut dapat ditemukan di tiga bagian otak, yaitu : pada tengah substansi nigramotor yang mempengaruhi pergerakan koordinasi, pada bagian tengah otak (termasuk emosi dan daya ingat), dan pada hipotalamik sambungan pituitary tergantung pada respon emosional.

Banyak penyebab terjadinya halusinasi, diantaranya adalah :
  1. Demam yang sangat tinggi sehingga keseimbangan tubuh terganggu (halusinasi visual)
  2. Mengalami gangguan jiwa skizofrenia (halusinasi auditori)
  3. Mengkonsumsi narkoba seperti ganja, morphin dan kokain(halusiansi visual)
  4. Mengkonsumsi alcohol berlebihan, di atas 35% (halusinasi visual)
  5. Mengalami trauma yang sulit dihilangkan
Jadi, halusinasi ini harus dirasakan oleh pancaindra dalam keadaan sadar. Kalau kita mengalami mimpi sampai melakukan tindakan-tindakan yang tak disadari seperti jalan-jalan di dalam kamar atau memotong kabel listrik (haha, pengalaman pribadi ^_^) bukanlah bagian dari halusinasi.

Tambahan : BrainWave dan hubungannya dengan halusinasi

otak merupakan pusat dari segala kegiatan kita. setiap rangsangan yang di terima akan dikirim ke otak dalam waktu yang relatif singkat dan kemudian diubah ke dalam bentuk tindakan yang di kerjakan. jadi otak dapat sangat mempengaruhi tindak-tanduk seseorang. otak manusia menghasilkan gelombang elektromagnetik yang tidak sama, bisa terpancar keluar dan menimbulkan resonansi terhadap orang lain. gelombang yang dihasilkan otak inilah yang kita sebut dengan brainwave. namun brainwave ini tidak hanya merepresentasikan kondisi pikiran dan tubuh, tetapi juga dapat menstimulus untuk mengubah kondisi mental seseorang.

otak kita bekerja dengan gelombang frekuensi yang berbeda-beda, yaitu :
1. gelombang delta
- frekuensinya 0.1 - 3.9 Hz
- dalam kondisi tidur tanpa mimpi atau koma sekalipun
2. gelombang theta
- frekuensinya 4 - 7.9 Hz
- dalam kondisi tidur dengan mimpi yang ditandai dengan gerakan bola mata yang berputar cepat
- dialami oleh penemu dan musisi
3. gelombang alpha
- frekuensinya 8 - 13.9 Hz
- dalam kondisi normal bekerja tanpa beban
- merasakan nyaman, tenang dan bahagia
4. gelombang beta
- frekuensinya 14 - 100 Hz
- dalam kondisi bekerja dengan banyak pikiran
- merasakan cemas, khawatir, stress dan marah

perbedaan frekuensi yang dihasilkan inilah yang mempengaruhi tindak-tanduk seseorang.

sebagai contoh : variasi (frekuensi) yang dihasilkan dengungan suara dari headphone stereo dapat memberikan efek yang beraneka ragam pada pendengarnya, seperti menjadi rileks, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, menghilangkan rasa sakit serta merasakan sensasi yang berada di luar tubuh. kokain misalnya bisa membuat seseorang merasakan halusinasi mengkonsumsi narkoba yang dirasakan setelah 15-60 menit mendengarkan dengungan suara dari headphone stereo tersebut. sama berlakunya untuk halusinasi auditori, pada frekuensi tertentu bisa jadi seseorang berhalusinasi bahwa gelombang pikirannya juga dirasakan orang lain dan dia seolah-olah diperintahkan melakukan sesuatu (yang biasanya berbahaya). suatu hal yang sebenarnya dikendalikan dari gelombang otak orang tersebut.

untuk itu, dengan mengetahui gelombang otak manusia untuk tiap kondisinya, tentu dapat menstimulus otak untuk melakukan tindakan yang sewajarnya. hal ini bisa jadi dapat membantu orang-orang yang mengalami halusinasi auditori untuk dapat terlepas dari kungkungan pikiran-pikirannya sendiri.

Referensi
http://www.wikipedia.com/
http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
http://irwanashari.blogspot.com/2009/04/skizofrenia-paranoid.html
http://www.juraganmedis.com/

note: postingan yang serupa juga terdapat di fesbuk saya..^_^

Rabu, 11 Maret 2009

menurut kita, menurut DIA

g selamanya yang kita pikir baik itu adalah yang terbaik buat kita..

kadang kita malah mendapatkan hal yang tidak kita inginkan..

tapi ternyata menurut DIA itulah yang terbaik buat kita saat ini..


terinspirasi dari 2hal yang datang bersamaan pada gw, dimana yang gw harapin bener2 tidak dapet, sementara yang gw nomorduakan dapat dengan lebih gampang..
dan gw mencoba untuk ikhlas menerima apa yang ada, karena DIA MAHA MENGETAHUI..

Selasa, 24 Februari 2009

KO

KO ya KO.. Kontrol Otomatik..

mata kuliah yang mesti gw ambil di jurusan Teknik Fisika (pake Teknik!! suka sebel sama orang yang menyama-nyamakan Teknik Fisika dengan Fisika)

mata kuliah dengan 3sks..

mata kuliah yang isinya
transfer function, diagram blog, mekanikal, elektrika,, apa lagi y?? (3minggu kuliah udah nyampe sini aja..)

mata kuliah yang maksa gw baca text book Ogata,
Modern Control Engineering..

mata kuliah yang mampu bangunin gw tengah malam kalo inget besoknya bakalan quiz..

dan mata kuliah ini juga yang membuat gw sekarang lebih rajin belajar,,


Terima Kasih KO..
Aku cinta KO..



NB : terinspirasi begitu saja setelah 2X rabu quis dadakan, dan bakalan quis tiap minggu:)

Minggu, 08 Februari 2009

memacu adrenalin..

ntuk kesekian kalinya gw ke dufan..

ada yang beda kali ini,,
beda waktu,,
beda temennya,,
dan yang paling greget adalah beda wahananya..

DULU,, gw cuman berani naek wahana yang ecek-ecek aja.. seperti misalnya [ah, kata-kata ini mengingatkan gw pada seorang guru^^] bianglala, ontang-anting, perang bintang,, yah paling ekstrem kora-kora lah ya,, dan biasanya gw selalu betah ngantri dan ngantri lagi di wahana bumper car.. sebodo amat dengan wahana yang lain, yang penting ini dia.. nah itu pendapat gw dulu.


tapi KALI INI sangat beda sekali,, temen-temen SMA gw ini ternyata banyak yang seneng ditantang, g mw kalah, dan selalu pingin nyoba hal baru.. tanpa wahana pemanasan dulu, ex bianglala.. kita langsung menuju wahana kora-kora yang tidak ada antrian itu [jumat nan sepi].. cuman bung eda yang tidak ikutan naek dengan alasan takut, takut jatuh. tapi da bagusnya yaitu tetep ada yang bisa motoin kita-kita yang narsis ini. wahana yang termasuk ekstrem ini membuat gw ketawa-ketawa melihat ekspresi temen-temen gw, spt :
  • cawen yang ditengah perjalanan wahan malah nutupin muka pake lengan tangan, persis aak SD kalo lagi ngerengek minta sesuatu sama mamanya.. haha piss!!
  • iqbal yang teriak-teriak "alah mah da, alah mah da"
  • nessa yang memnaggil-manggil mamanya..
  • gw?? perasaan gw teriak-teriak gak jelas gitu, tapi edo yang ngeliat dari bawah ngeliat gw seperti lagi komat-kamit.. hmm mungkin teriakan gw adalah mantra-mantra pemusnah [hahaha]
sungguh bener-bener kocak,,

abis itu niatnya mo ke arung jeram dulu, biar ntar pas balik baju kita-kita udah pada kering, eh ternyata terlalu banyak yang lebih menarik dari itu.. salah satunya wahana kicir-kicir. awalnya gw gmw ikutan naek, tapi begitu temen gw yang kloter pertama keluar, yang lain jga jadi pada pingin naek, jadilah gw coba.. coba naek, buka kacamata [hadouhh,, g jelas mas!!], buka sendal, pasang sabuk,, begitu wahananya jalan,, gilaa,, MANTAB pisan daripada kora-kora.. seperti idak ada penahan, kita terombang-ambing di udara.. puas, puas banget gw!!

tapi, abis itu gw jadi berpikir ulang untuk nyobain tornado,, gila ya, gw g punya cadangan nyawa kalo terjadi apa-apa.. tapi begitu temen gw manas-manasin, akhirnya banyak yang mo ikutan naek, termasuk gw.. dan ternyata yang mo naek itu cuman rombongan gw,, di jeda waktu nungguin ada yang mo naek lagi, gw masih sempat berpikir mo turun lagi, tapi merasa rugikalo g coba. yasudahlah yah, sabuk juga udah dipasang,, dan bener saja sodara-sodara,, gw ketagihan naek tornado. sebenernya cuman saat kita berada di atas dan kepala menghadap kebawah doank yang bisa dibilang ekstrem, selain itu mah biasa-biasa aja.. tapi bener-n\bener yang namanya memacu adrenalin..

hai itu gw bener-bener mengatasin ketakutan-ketakutan gw dengan kicir-kicir dan tornado..
berdasarkan poling ke beberapa temen gw,, wahan yang paling ekstrem adalah KICIR-KICIR..