![]() |
| dapat dari sini |
Sepatu merupakan cermin yang baik untuk mengukur suasana hati dan kepribadian. Ketika seorang perempuan sedang merasa sedih, suka bercanda, energetik, serius, professional ataupun santai, ia memilih sepatu yang sesuai untuk dikenakannya – itulah sebabnya diperlukan begitu banyak sepatu bagi seorang perempuan. -Allan and Barbara Pease. Why Men Lie and Women Cry. Hal 436.
Belanja busana sering merupakan pengalaman yang negatif dan
mengecewakan bagi perempuan karena banyak hal tidak cocok, tampak jelek dan
terlalu mahal, atau menegaskan kekurangan seorang perempuan. Sepatu tidak
seperti itu, karena perempuan tidak perlu melakukan diet supaya cocok dengan
sepatunya – yang diperlukan hanyalah tau ukurannya yang pas. Itu sebabnya
belanja sepatu selalu merupakan pengalaman yang positif pada perempuan. Dan
sepatu-sepatu itu tidak membuat kekurangan anda tampak besar. -Allan and Barbara Pease.
Why Men Lie and Women Cry. Hal 437.
***
Sering
kali teman pria saya bertanya ataupun mengeluh, “kenapa wanita selalu merasa
kekurangan sepatu”. Dan selama itu pula saya tidak bisa menjawabnya sampai
mereka merasa puas. Yang saya tahu selama ini sepatu punya daya tarik luar
biasa. Walaupun setumpuk sepatu sudah ada, ketika berbelanja dan melihat sepatu
dambaan, wanita tidak akan ragu untuk membelinya. Bahkan ketika berkenalan
ataupun melihat wanita lain, seringnya hal pertama yang diperhatikan itu adalah
sepatu mereka. Saya rasa sama candunya wanita akan sepatu dengan candunya pria akan
sepakbola.
Berbeda
dengan pria yang model sepatunya itu-itu saja. Ketika seorang pria sedang
merasa sedih, suka bercanda, energetik, serius, professional ataupun santai,
sepatunya berbentuk sama. Tidak ada pria dengan sepatu bertumit 10 cm, wedges,
bermanik-manik, berwarna-warni ataupun bertali banyak. Yang ada hanya sepatu
bertumit pendek lebar atau datar dan berwarna netral. Itu pula sebabnya pria
tidak perlu sepatu sebanyak wanita. Tapi jangan salah sepatu monoton pria
tersebut harganya bisa berkali lipat sepatu wanita. Serius.
Jadi
buat temans yang masih sering bertengkar dengan pasangan karena sepatu,
berhentilah. Yang perlu dilakukan adalah jangan membawa wanita jalan-jalan ke
toko sepatu. Wkwkw. Dan buat para wanita belajarlah mengontrol nafsu belanja
sepatu, belanja boleh aja asal punya uang, kalo ngutang demi sepatu yah
mending ditahan dulu deh. Sayang aja puas dengan sepatu tapi pikiran terbebani
dengan tumpukan utang. Hehe
![]() |
| *ada bab tambahannya :p |
Dan dari 10 halaman bab tambahan di buku “Why Men Lie and
Women Cry” karya Allan and Barbara Pease inilah saya menemukan jawabannya.
Sudah lama saya mencari buku mereka yang membahas lebih detail ada apa antara
wanita dengan sepatu “Why Men Don’t Have a Clue and Women Always Need More
Shoes”, tetapi sampai sekarangpun saya tidak menemukannya selain di Amazon -_-“


2 comments:
wohohoho... kalo aku sih ndak seberapa suka beli sepatu... tapi beli baju... hihihi... :) salam kenal
http://rizkysdiary.blogspot.com/
Memang sudah umumnya kalo wanita suka yang namanya sepatu,apalagi yang bermerek....memang seperti itulah wanita,mereka selalu egois kalo yang berhadapan dengan segala sesuatu yang membuat mereka semakin percaya diri dalam berpenampilan,karena dengan begitu setiap wanita akan terlihat semakin cantik dipandang...hmmm
Post a Comment